Jurnal atau Artikel?

Seringkali mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan skripsi atau untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Metode Penelitian dan Seminar kurang memahami perbedaan antara jurnal dan artikel. Banyak mahasiswa yang kurang dapat membedakan antara jurnal dan artikel. Artikel yang dimaksud di sini adalah artikel penelitian. Banyak mahasiswa yang menyebut “artikel penelitian” sebagai “jurnal” padahal yang mereka maksudkan adalah artikel. Saya sering mewanti-wanti teman-teman yang salah menyebutkan istilah tersebut. Meskipun ini adalah istilah yang sepele, namun bagi saya kekeliruan ini tetap harus dikoreksi. Untuk itu, tulisan ini akan memberikan penjelasan tentang perbedaan antara jurnal dan artikel.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia*, kata “Jurnal” berarti:

1 (buku) catatan harian; 2 surat kabar harian; 3 Dag buku yg dipakai sbg buku perantara antara buku harian dan buku besar; 4 Dag buku yg dipakai untuk mencatat transaksi berdasarkan urutan waktu; 5 majalah yg khusus memuat artikel dlm satu bidang ilmu tertentu;

Sedangkan kata “Artikel” berarti:

1 karya tulis lengkap, msl laporan berita atau esai dl majalah, surat kabar, dsb; 2 Huk bagian undang-undang atau peraturan yg berupa ketentuan; pasal; 3 Ling unsur yg dipakai untuk membatasi atau memodifikasi nomina, msl the dl bahasa Inggris;

Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa kata “Jurnal” berarti “majalah yang khusus memuat artikel dalam satu bidang ilmu tertentu” dan kata “Artikel” berarti “karya tulis lengkap, misal laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar, dsb“. Dapat disimpulkan bahwa, artikel adalah bagian dari jurnal. Jurnal diterbitkan secara periodik oleh lembaga tertentu dan artikel termuat di dalam suatu jurnal. Dengan kata lain, artikel-artikel akan menyusun jurnal.

Kesimpulannya adalah satu laporan penelitian dengan judul tertentu dan topik tertentu disebut dengan artikel bukan jurnal. Sekali lagi, jurnal memuat banyak artikel. Contohnya adalah sebagai berikut:

Nama Jurnal: Jurnal Ekonomika dan Bisnis Indonesia Volume 23 Nomor 2 Tahun 2008**

Artikel yang dimuat dalam jurnal tersebut adalah, antara lain:

1. The Impact of World Oil Prices to Indonesia’s Macroeconomic

2. Proses Pembentukan Sikap Secara Berjenjang: Studi Empiris di Bidang Perluasan Merek

Oleh karena itu, sudah seharusnya mahasiswa tingkat akhir yang sedang mencari artikel acuan untuk membedakan penggunaan kata jurnal dan artikel. Agar tidak bingung dengan istilah artikel di dalam majalah atau koran, saya mengusulkan, sebaiknya penyebutan artikel di dalam jurnal ilmiah menjadi artikel penelitian atau artikel jurnal. Semoga kekeliruan kecil dalam penggunaan istilah jurnal dan artikel dapat dihindari di masa depan. Selamat melakukan penelitian…

*diakses secara online melalui alamat http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php

** http://jebi.feb.ugm.ac.id/product.php?id=66

Berburu Pasar Tradisional

Adalah hari Sabtu 27 Februari 2010, bagian dari long weekend di bulan ini, di pagi buta ditemani Bayu Prihantoro, saya menuju ke Kulon Progo. Rencana kita adalah menikmati suasana di pasar tradisional. Tujuan utama kita adalah mengunjungi  pasar Kenteng tetapi ternyata di sana tidak ada aktivitas. Perjalanan pun kita lanjutkan ke Samigaluh.

Dari Jogjakarta, kita berangkat pukul 5 pagi. Lalu lintas di Kota Jogja masih sangat sepi. Sekitar pukul 6, kita telah mencapai Kulon Progo. Jembatan Sungai Progo di Kecamatan Nanggulan telah kita lewati. Mengetahui tidak ada aktivitas di pasar tradisional Kenteng (karena bukan hari pasaran) maka kendaraan  saya arahkan menuju ke utara dengan tujuan Samigaluh.

Pemandangan yang indah dengan suasana kehidupan desa begitu terasa di sepanjang perjalanan. Anak-anak sekolah menunggu angkutan desa yang mungkin sedikit sekali jumlahnya. Ada juga anak-anak sekolah yang berjalan kaki menyusuri jalanan yang naik-turun. Begitu terharu melihat perjuangan mereka. Setengah jam kemudian, sampailah kita di Pasar Samigaluh dan ternyata pasarnya juga tutup alias bukan hari pasaran.

Untuk mengobati kekecewaan, berhentilah kita di warung kecil. Memesan teh hangat dan menikmati gorengan di udara yang lumayan dingin itu. Duduk di warung sambil mengamati aktivitas di deretan warung-warung kecil itu sungguh merupakan pengalaman yang menarik. Aktivitas anak-anak sekolah yang menunggu angkutan. Bis-bis kecil yang datang dan berhenti untuk mengangkut anak-anak itu. Aktivitas pedagang dan masyarakat yang bertransaksi kebutuhan. Indah rasanya bila mengamati kehidupan di desa.

Mungkin, pada perjalanan ini kita tidak menemukan pasar tradisional yang sedang pasaran. Ya, di lain waktu perburuan mengunjungi pasar tradisional akan terus berlangsung. Menikmati suasana desa dan blusukan di pasar tradisional adalah ketertarikan saya. Mengamati perekonomian di desa merupakan pengalaman tersendiri.

Andai saya adalah seorang pengambil keputusan di negara ini, saya akan menggalakkan kunjungan ke pasar tradisional. Berkunjung ke sana tidak hanya untuk bertransaksi tetapi juga menikmati alur kehidupan masyarakat desa. Salam pecinta pasar tradisional.

Rekap Tugas Dasar-Dasar Pemasaran

Berikut ini adalah rekap tugas individu dan tugas kelompok kelas Dasar-Dasar Pemasaran.

  1. Tugas Kelompok (Tugas Kelompok)
  2. Tugas Individu (DasarDasarPemasaran)

Mahasiswa dan kelompok mahasiswa yang merasa belum melengkapi tugas-tugas, silahkan mengumpulkan tugas tersebut dalam bentuk hardcopy di bagian pelayanan kuliah. Paling lambat tanggal 5 Januari 2009. Terima kasih.

Silabus Dasar-dasar Pemasaran

Mahasiswa kelas Dasar-dasar Pemasaran silahkan mengunduh file silabus mata kuliah berikut ini.

DsarPemsrn-RPKPS2009

Terima kasih.

Artikel Dasar-dasar Pemasaran (3)

Berikut ini adalah artikel untuk kelas Dasar-dasar pemasaran selasa tanggal 15 desember 2009.

The effect of negative publicity

Baru tiga kelompok yang mengumpulkan sampai hari minggu tanggal 13 desember, dua file lainnya terlalu besar untuk di-upload jadi saya tidak meng-upload di dalam website saya.